Kamis, 11 Oktober 2012

PELUANG USAHA


1.     Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi eksternal. Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya - sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.

Orientasi Eksternal didapat dari :
1.      Konsumen
2.      Perusahaan yang sudah ada
3.      Saluran distribusi
4.      Pemerintah
5.      Penelitian dan Pengembangan

Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
1.      Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
2.      Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalahmasalahnya
3.      Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bias dipraktekkan

Proses inovasi :
1.      Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2.      Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3.      Menguraikan masalah-masalah
4.      Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
5.      Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6.      Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7.      Mencari pemecahan sementara
8.      Meneliti pemecahan dengan hati-hati
9.      Bergerak terus jika semuanya baik
10.  Mencapai keberhasilan

2.     Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
·         Kebutuhan akan sumber penemuan
·         Membuat inovasi baru
·         Sesuai keahlian
·         Hobi atau kesenangan pribadi
·         Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar
·         Memanfaatkan koneksi dan relasi
·         Mengamati kecenderungan-kecenderungan
·         Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
·         Mengapa tidak terdapat ?
·         Kegunaan lain dari barang-barang biasa
·         Pemanfaat produk dari perusahaan lain
·         Usaha Warisan
·         Ikut-ikutan
·         Coba-coba

3.     Pemilihan Bidang Usaha
Ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai patokan awal dalam
memilih suatu bidang usaha yang akan Anda tekuni dalam jangka panjang:
1.      Lihat karakter usaha Anda dan sesuaikan dengan karakter pribadi Anda
Anda perlu mengenali karakter bidang usaha Anda. Tujuannya adalah untuk melihat apakah karakter dasar Anda sesuai dengan karakter usaha Anda.

2.      Lihat apakah Anda menyukai usaha tersebut
Merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus menyukai usaha yang akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka pada usaha akan membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang baik. Disini, memulai usaha dari hobi bisa menjadi pertimbangan Anda. Karena hobi biasanya merupakan suatu hal yang disukai, maka hobi bisa berpotensi menjadi usaha yang berhasil. Tentunya dengan berbagai tambahan analisa lainnya.

3.      Lihat apakah Anda mampu menjalankan usaha tersebut
Sangat penting bagi kita untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan untuk melihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut. Kita bias mengukur kemampuan kita dengan mengadakan beberapa analisa atau riset sederhana mengenai usaha tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan dengan kemampuan kita.

 Beberapa poin dalam analisa atau riset yang bias dijadikan ukuran kemampuan kita adalah :
·         Kemampuan modal usaha kita
·         Kemampuan dalam hal keahlian kita
·         Kemampuan kita membagi waktu (terutama bagi Anda yang masih kuliah)
·         Kemampuan kita untuk mengimbangi dinamika dunia usaha sekaligus mengantisipasi persaingan yang ketat
·         Dan lain-lain

4.      Analisis risk-return dan potensi pengembangan usaha tersebut
Dalam memilih bidang usaha yang Anda geluti, sudah pasti Anda harus memperhitungkan berapa pengembalian modal (return) yang akan Anda dapatkan dari usaha tersebut. Hasil perhitungan tersebut haruslah dibandingkan dengan ririko-risiko yang mungkin terjadi. Jika dari perhitungan awal saja, usaha tersebut sudah nampak tidak layak dijalankan, buat apa Anda memaksakan diri? Hal lain yang perlu dilihat adalah kemungkinan bidang usaha tersebut untuk terus berkembang baik dari segi besaran pasar maupun kemungkinan terciptanya cabang-cabang bidang usaha yang saling berkaitan. Contohnya tumbuhnya industri ponsel mendorong banyaknya toko ponsel, aksesoris ponsel, kios voucher isi ulang, download ringtone dan sebagainya. Hati-hati jika Anda memilih bidang usaha yang meskipun Anda kuasai betul, namun sudah tampak jenuh atau cenderung menyusut pasarnya. Bisa-bisa usaha Anda akan sulit berkembang nantinya.
4.     Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk :
·         Tahap Gagasan
·         Tahap Konsep
·         Tahap Pengembangan Produk
·         Tahap Uji Pemasaran
·         Tahap Komersialisasi


5.     Produk Yang Sesuai Untuk Perusahaan Kecil
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan kecil untuk penciptaan suatu produk :
·         Untuk pemilihan produk, perusahaan harus memperhatikan pada sumber daya uang, tenaga kerja dan fasilitas yang dimiliki.
·         Pemilihan segmen pasar yang memungkinkan.
·         Untuk produk atau proses yang disuplai kepada perusahaan lain hendaknya sangat kecil volumenya sehingga tidak menarik minat para pelanggannya untuk memproduksinya sendiri.
·         Tingginya nilai tambah. Keuntungan harus lebih besar dari biaya.
·         Rentang waktu yang diperlukan untuk penyelesaian produk atau proses.

6.     Arti Penting Orientasi Pemasaran
·         Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing
·         _Wirausahawan harus berorientasi konsumen

7.     Kegagalan Didalam Memilih Peluang Bisnis Baru
·         Kurangnya obyektivitas
·         Kurangnya kedekatan dengan pasar
·         Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
·         Diabaikannya kebutuhan finansial
·         Kurangnya diferensiasi produk
·         Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai Peluncuran usaha baru

Yang harus dilakukan oleh wirausahawan adalah :
·         Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi produk atau jasa
·         Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki
·         Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses
·         Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi
·         Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa
·         Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang membedakannya dari pesaing
Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek dagang dan merek jasa

sumber : https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:sSUcs4Kh55wJ:wardoyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11835/Kewirausahaan%2BIde%2Bdan%2BPeluang-baru..pdf+orientasi+internal+dan+eksternal+peluang+usaha

PEMBIAYAAN USAHA


1.     Masalah-Masalah dalam Pencarian Modal
Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain:
a.       Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik)
b.      Kurangnya pengalaman bisnis
c.       Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin)
d.      Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
e.       Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha

Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi
wirausahawan antara lain :
1.      Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
2.      Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
3.      Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
4.      Preferensi dari pemodal
5.      Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal

2.     Pembiayaan Bisnis
Harus dilakukan identifikasi usaha yang akan dijalankan
Melakukan identifikasi sumber pembiayaan yaitu:
a.       internal (modal perusahaan)
b.      Eksternal (investor, kredit bank)
Menetapkan prioritas bisnis

Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis :
1.      Pendanaan tahap awal
2.      Pendanaan ekspansi atau perkembangan
3.      Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts

3.     Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Lakukan identifikasi awal, berapa jumlah modal yang dibutuhkan
Harus ada perencanaan finansial :
a.       Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
b.      Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)

Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
a.       Proyeksi laporan laba/rugi
b.      Proyeksi laporan neraca
c.       Proyeksi arus kas
d.      Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas



4.     Analisa Pulang Pokok
Pengertian : merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi)

Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi Unsur dasar analisa pulang pokok :
a.       Biaya tetap
b.      Biaya variable
c.       Biaya total
d.      Pendapatan total
e.       Keuntungan
f.       Kerugian
g.      Titik pulang pokok

5.     Mencari Sumber Modal Usaha
Dilakukan lebih dulu penilaian terhadap kelayakan usaha Pencarian sumber modal berasal dari :
a.       Modal perusahaan
b.      Modal patungan (perusahaan dengan investor)
c.       Modal dari investor
d.      Modal pinjaman dari bank

Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori keuangan yaitu :
pribadi dan masyarakat

6.     Hubungan dengan Pemodal
a.       Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal
b.      Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang
c.       Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian modal

7.     Penilaian Perusahaan
Perlu dilakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan.

Penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan
perusahaan, seperti :
a.       Laporan laba / rugi
b.      Laporan neraca
c.       Laporan perubahan modal
d.      Laporan arus kas

Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.